Puisiku : Petaniku Pergi Dihantar Sepi

Puisiku : Petaniku Pergi Dihantar Sepi
Foto By : Sundul Langit
Petaniku Pergi Dihantar Sepi

Tubuh tubuh yang kian lemah
Petaniku
Terkapar di pematang sawah yang tajam
Mencoba tegarkan jiwa yang merapuh
Termakan tonjolan tulang yang terus menggeliat

Tubuh rapuh tersangkut di gubuk sawah
Gelap dan kejang kejang
Derai peluh seakan tiada henti
Bayangkan jerih payah yang tak terbayar
Bulir padi harapan termakan jamur

Tangan penguasa tak mampu menjamah
Merajalelanya hama dan gulma
Yang senantiasa menghisap setiap tetes darah
Yang mengalir dari sela kelopak mata
Dari tubuh tubuh yang kian lemah

Ibu pertiwi tak lagi indah merona
Dahaga mendera sepanjang masa
Tanggul irigasi dilubangi tikus tikus
Seteguk airpun tiada sampai
Untuk melepas dahaga bunda

Tubuh yang lelah semakin lemah
Berjalan pulang dihantar sepi
Terbelenggu langkah langkah kepedihan
Terhimpit bayang bayang yang semakin pekat
Tersungkur dan terjerembab

Tubuh yang lemah benar benar tersungkur
Terperosok ke dalam jurang berbatu
Lelah
Hitam
Sekarat
Tiada berdaya lagi



Sundul

Artikel Terkait



Comments
4 Comments

4 komentar:

cak oni said...

puisi yang memilukan kang , menggambarkan nasib petani yang terkatung-katung . .hati jadi terketuk

Cilembu thea said...

kemarin kemarin saya kesulitan banget mau komentar disini, mungkin karena modemku lagi lemot.
ternyata pandai juga bikin puisi bagus deh ih puisinya, betewe gambar padinya gemuk gemuk banget y

MAGETI ASELI AMRIKI said...

Baguss Mas:)

mariyanto widodo said...

TOP..!!