Cerita Pembangunan Sarean Ratu Gunung Bancak Magetan

Sundul, Sabtu malam Minggu 19 Januari 2013.
OK Sobat Sundul, kali ini aku akan berbagi tulisan tentang cerita pembangunan Sarean Ratu makam Eyang Maduretno yang berada di Gunung Bancak Magetan tepatnya di Desa Giripurno Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Pada tulisan terdahulu aku pernah cerita tentang Makam Eyang Maduretno ini Di SINI. Kalau berkenan simak saja tulisanku ini tentang cerita sisi lain dari keberadaan Sarean Ratu tersebut.

Sejak aku kecil dulu ada cerita dari mulut ke mulut di sekitar daerah Gunung Bancak Magetan ini yang aku sendiri tidak tahu kebenarannya. Konon ceritanya Batu bata yang digunakan untuk membangun Sarean Ratu Makam Eyang Maduretno tersebut didatangkan langsung dari Keraton Surakarta. Bahwasannya waktu membangun Sarean ratu makam Eyang Maduretno tersebut, untuk mengangkut atau memindahkan batu bata sebagai bahan bangunan pendirian makam tersebut dengan cara berantai kalau dalam bahasa jawanya lung lungan yaitu banyak orang berjajar dan memindahkan secara berantai dari satu orang ke orang yang lain. Itu dilakukan dari sekitar Desa Jambangan Kawedanan Magetan sampai lokasi pembangunan makam di salah satu puncak bukit di Gunung Bancak Magetan tersebut. Entah berapa orang yang dibutuhkan untuk memindahkan batu bata tersebut dengan jarak sekitar 2.850 meter dengan cara seperti itu. Tetapi  sekali lagi aku tidak tahu akan kebenaran cerita itu.

REKAAN CERITA
Karena waktu itu belum ada angkutan dan jalan yang memadahi untuk membawa batu bata yang didatangkan langsung dari Keraton Surakarta sampai ke lokasi makam, maka alat pengangkutnya hanya bisa sampai di Desa Jambangan. Maka untuk memindahkan batu bata tersebut dari Desa Jambangan ke lokasi pembangunan di Gunung Bancak dengan cara gotong royong. Karena untuk membangun makan orang yang sangat disegani di daerah tersebut maka banyak warga sekitar ikut bergotong royong mengangkut batu bata tersebut. Karena begitu banyaknya warga yang datang, maka untuk mempercepat pemindahannya lalu berjajarlah mereka dari Jambangan ke Gunung Bancak dan secara berantai memindahkan satu per satu batu bata tersebut atau Lung lungan.

MUNGKIN CERITA ITU BENAR ADANYA

Suatu hari aku pernah melihat daerah Gunung Bancak dan sekitarnya dengan menggunakan Google Earth. Saat aku zoom daerah Kuburan Ratu aku tertarik dengan sebuah jalan yang tampak lurus antara Desa Jambangan dengan Desa Giripurno Kawedanan Magetan. Setelah aku amat amati dengan lebih teliti ternyata jalan tersebut kalau ditarik garis lurus tepat mengenai lokasi Sarean Ratu.
Gambarnya seperti di bawah ini :
Cerita Pembangunan Sarean Ratu Gunung Bancak Magetan
Garis kuning pada gambar diatas adalah garis bantu untuk membuktikan bahwa jalan antara Desa Jambangan dengan Desa giripurno kalau diteruskan ke Sarean ratu benar benar suatu garis yang lurus

MUNGKIN ITU SUATU KEBETULAN BELAKA

Tetapi kalau anda mau mengamati gambar tersebut, sebenarnya jalan yang menghubungkan antara Desa Jambangan dengan Desa Giripurno yang terlihat lurus sebenarnya merupakan dua jalan milik dua desa yang berbeda. Jadi kalau dipikir pikir bukanlah suatu kebetulan atau kesengajaan kalau masyarakat sekitar desa tersebut dahulu membuat jalan tersebut dibuat lurus dengan jalan yang berada di desa sebelahnya. Padahal ada jalan yang tidak lurus tepatnya di Jembatan Klampok. Kalau kita zoom gambar tersebut di daerah Jembatan Klampok, jalan tersebut ada belokan yang berada di pertigaan Klampok lalu menyeberang jembatan Klampok dan sampai ke pertigaan yang ada di Desa Giripurno (seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini).

Cerita Pembangunan Sarean Ratu Gunung Bancak Magetan
Jadi bisa saja jalan  antara Desa Jambangan dengan Desa Giripurno tersebut merupakan bekas dari orang orang yang memindahkan batu bata untuk Sarean Ratu dari Jambangan ke Gunung Bancak seperti cerita di atas.

MENGAPA DI SEKITAR JEMBATAN KLAMPOK JALANNYA BERBELOK ?

Karena di daerah situ merupakan sungai yang berkelok kelok sehingga kalau jalannya dibuat tetap lurus pastinya akan terlalu berat untuk membuat jembatan. Jadi jalannya dibuat menyusuri pinggiran sungai sampai pada titik dimana kalau di buat jembatan tidak terlalu memberatkan pengerjaannya.
Jadi kesimpulannya dengan keberadaan jalan antara Jambangan dan Giripurno yang seolah olah merupakan garis lurus mungkin bisa mendukung akan kebenaran cerita diatas.

OK Sobat Sundul,
Semua ini hanya suatu opiniku yang mungkin bisa mendukung keberadaan cerita tentang pemindahan Batu Bata bahan bangunan Sarean Ratu Makam Eyang Maduretno yang ceritanya dilakukan dengan cara berantai atau lung lungan tersebut tersebut kemingkinan benar adanya.

Mungkin dari Anda punya pendapat atau opini lainnya, silahkan saja untuk menuliskannya di kolom komentar di bawah postingan ini.

Salam hangat dari Desa Sundul Kecamatan Parang Kabupaten Magetan
Sundul

Artikel Terkait



Comments
2 Comments

2 komentar:

Kuas said...

ceritanya bagus , menarik mas .

Unknown said...

ohh ya.. jman dahulu blom ada truk atau kowor untuk mengangkut batu bata ke sarean.. mungkin benar cerita yg agan tulis.. :D