Tidak Enak : Itu Sate Daging Babi Mas

Semoga Alloh SWT mengampuni dosa dosaku dan kebodohanku.
Cerita ini juga oleh oleh dari Kota Solo saat mengikuti acara Asean Blogger Festival Indonesia 2013.
Ceritanya begini :
Saat itu di hari ketiga pelaksanaan ABFI 2013 tepatnya di hari sabtu malam minggu  tanggal 11 Mei 2013. Di malam itu acaranya keliling kota solo naik transportasi wisata Kota Solo Bis tingkat Werkudoro. Saat itu sangat seru dan heboh banget. Bus tingkat yang penuh dengan blogger dari berbagai daerah di Indonesia keliling Kota solo di malam hari yang begitu ramai, sempat jadi perhatian banyak orang di sepanjang jalur bus tersebut.

Setelah muter kota solo selesai, kamipun dihantarkan lagi ke dekat hotel kami menginap. Setelah turun dari bus aku sempatkan mampir ke warung "angkringan" untuk makan. Memang di sore itu aku belum makan.
Wi warung angkringan pinggir jalan tersebut aku memilih bungkusan nasi kucing, karena memang aku menyukai nasi yang dinamakan "kucing" tersebut. Untuk menemani bungkusan nasi kucing tersebut aku tengak tengok ke kiri dan kanan untuk memilih lauk yang tersedia di angkringan tersebut. Pilihanku aku jatuhkan pada tusukan sate yang besar besar di atas piring. Akupun mengambil satu tusuk. Pikirku satu tusuk sudah cukup untuk 2 bungkus nasi kucing, karena tusukannya memang berukuran jumbo. Kemudian akupun mengambil tempat duduk dan bersiap untuk makan malam.

Sebelum aku menyendok nasinya, aku rasakan dulu satu iris sate dari tusukannya. Setelah aku masukkan ke dalam mulud, aku mencoba menikmati rasanya. Aku mulai tidak sreg dengan rasa daging itu. Rasanya berbeda dengan daging atau sate yang pernah aku makan. Dan bisa dibilang rasanya tidak enak. Aku mulai bertanya tanya dalam hatiku, daging apa ini ?

Karena penuh keraguan, aku sempatkan bertanya kepada pedagangnya " Mas ... daging ulam nopo niki "
Pemilik warungpun menjawab " Anu Mas, ... niku sate daging babi " (itu sate daging babi mas)
" Masya Alloh "
" Astogfirulloh "
Akupun langsung meludahkan apa yang masih tersisa di dalam muludku dan membuang satu tusuk sate daging babi tersebut ke dalam tong sampah.
Untuk menemani nasi kucing yang sudah di hadapanku, akupun mengambil 2 potong tahu.

Di kamar hotel aku ceritakan pengalamanku itu kepada teman sekamarku Sebhie. Dia juga terkejut saat mengetahui kalau sate yang ada di angkringan tadi adalah sate daging babi. Dia mengatakan hampir mengambil sate tersebut untuk menemani nasi kucingnya.

Dari pengalamanku yang aku tuliskan diatas, ada sedikit kata yang ingin aku tuliskan untuk keberadaan sate daging babi yang dijual di angkringan.

Sebagai warga indonesia yang mayoritas beragama Islam, tidak seharusnya makanan seperti itu "yang seorang muslim tidak boleh memakannya" dijual secara terbuka seperti itu. Menjual apapun boleh, tetapi seharusnya ada sedikit toleransi untuk yang beragama Islam. Aku yakin pengunjung angkringan banyak yang muslim. Mungkin bagi yang sudah mengetahuinya, itu tidak ada masalah. Tetapi bagi yang tidak mengerti sama sekali seperti aku, tidak sengaja dan menyadari harus merasakan daging babi yang diharamkan oleh Agamaku.

Untuk Saudara yang beragama Islam, bila Anda berkunjung ke Kota Solo dan pengen makan di angkringan, aku sarankan untuk berhati hati dalam memilih makanan. Daripada ragu ragu, akan lebih baik bila menanyakan dulu makanan apa saja yang disediakan di tempat itu. biar tidak mengalami hal seperti aku, yang harus merasakan daging babi. Rasanya Tidak Enak.

Semoga postingan ini bermanfaat.
Aamiin.

Sundul

Artikel Terkait



Comments
7 Comments

7 komentar:

agusbg said...

seharusnya diberi tulisan ya sobat...

BlogS of Hariyanto said...

wah..bisa jadi saudara-saudara muslim kita sudah banyak yang mampir ke warung ankringan yang jualan daging babi itu, penjualnya harus dilaporkan ke pihak berwajib, karena sengaja atau tidak sengaja...sang penjual telah menjebak para pengunjungnya agar mencicipi daging babinya....dan bisa juga daging daging menu lainnya terbuat dari babi, jadi bukan hanya sate saja....,
seharusnya tulis alamat warung tersebut dengan lengkap sobat...agar bisa jadi perhatian bagi saudara muslim lainnya yang ada di kota solo...salam

Unknown said...

Mas Hariyanto @ sepertinya sudah umum Mas nemu seperti itu di sana. Jadi harus berhati hati saja memilih menu makanan.

Meutia said...

saya setuju seharusnya sate seperti itu tidak bebas di jual ditempat angkringan seperti itu, tapi biasanya ada tulisannya sebagai pengingat kepada pengunjung yg muslim, namun demikian ada tulisan atau tidak kita harus berhati-hati dalam memilih makanan, smoga ini dapat diambil pelajarannya ya mas..salam hangat dari aceh :)

Anonymous said...

Lebih baik bertanya dulu sebelum membeli atau memakannya...hmmm

Obat ISPA Alami untuk Anak said...

astagfirullah..memang seharusnya juga ada pemberitahuan dulu atau kita nanya duluan

Obat Pilihan said...

Ya iya lah gak enak,orang daging babi itu jagan di makan ko