Cerita Hantu Medon Menyemburkan Api

Sepertinya kalau aku menuliskan cerita misteri atau cerita horor, tidak ada yang serem dan menakutkan. Maklum saja, karena cerita yang aku tuliskan selama ini merupakan cerita dari kisah nyata orang orang yang ada di sekitar lingkunganku. Tetapi walaupun tidak serem dan menakutkan, tetapi masih tetap saja ada yang copy paste, yang membuat pengunjung blog ini dari postingan yang di copas jadi anjlog dan kadang tidak tersisa sama sekali. Padahal blog ini sudah ku beri anti copas lo. Bagaimana caranya ya kok bisa tetep kopi paste ??? Tetapi tidak apalah, asal diberi link sumbernya.

Karena kelihatannya banyak yang menyukai, aku tuliskan lagi cerita cerita hantu yang lain yang aku kumpulkan dari teman dan tetangga yang punya pengalaman tentang hantu. Siapa tahu bisa jadi hiburan disela sela kepenatan dalam beraktifitas. Cerita hantu ini aku terinspirasi dari kisah nyata pengalaman teman sekolah dulu. Simak saja ceritanya.

Dikejar Hantu Medon yang Menyemburkan Api.

Malam itu seorang seperti biasa, anak anak muda Klumpit sedang nongkrong nongkrong di Mushola situ. Karena begitu asyiknya ngobrol dan bercanda, sampai lupa bahwa waktu sudah menjelang tengah malam. Tiba saatnya mereka kembali ke rumah masing masing untuk istirahat dan memulihkan tenaga sebagai modal beraktifitas keesokan harinya.

Begitu juga si Udin. Dengan menyusuri tanggul sungai dia kembali kerumahnya. Keadaan yang gelap pekat tidak pernah dihiraukannya, karena memang jalan itu sudah biasa dilaluinya setiap malam. Si udin termasuk pemuda yang pemberani. Selain suka berlatih ilmu bela diri, dia juga suka laku tirakat seperti puasa dan ulah batin lainnya.

Separo jalan menuju rumahnya dia dikejutkan oleh sesosok putih yang tergeletak di tengah jalan. Dengan sedikit terkejut hatinya berbisik " Sialan ...... Medon,  Menunggu sampai si medon menghilang pasti lama, tetapi kalau mengambil jalan memutar sangatlah jauh "
Setelah beberapa saat berfikir, timbullah pikiran aneh anah tentang kain medon dan kegunaannya. Kata orang kalau seseorang bisa mendapatkan kain medon maka bisa digunakan untuk menghilang atau tidak bisa dilihat oleh orang lain. Udinpun mulai berfikir keras ..... 
" harus hati hati untuk merebut kain medon tersebut, soalnya hantu medon itu bisa menyemburkan api dari muludnya, dan kalau terkena semburannya bisa bahaya ... bisa bisa terbakan. kalau mau merebut kain hantu medon yang dipegang haruslah ujung kain bagian kepalanya, karena kalau keliru kakinya, pasti dia langsung menyembur dengan cepat. Tetapi kalau sudah dapat kainnya aku harus lari kenana ???? sudah pasti si hantu medon akan mengejarku "
Setelah berfikir sekian lama si udin menemukan cara agar kalau si hantu medon menyemburkan api dia bisa bersembunyi dan semburannya tidak sampai ke dirinya.
" cara yang terbaik adalah, berlari sekuat tenaga dan langsung menceburkan diri ke kedung sungai (bagian sungai yang airnya dalam) ..... kebetulan kedungnya tidak jauh dari sini "

Setelah dirasa dia siap mental dan banyak doa yang dibacanya, si Udin dengan pelan pelan mulai mendekati sosok putih yang tergeletak di tengah jalan tersebut. Setelah agak dekat dia mulai mengamati yang mana posisi kepala dan kaki si hantu medon tersebut. Setelah bisa memastikan posisi kepala hantu medon, si udinpun secepatnya melompat dan memegang ujung kain dari si medon tersebut. Dengan sekuat tenaga dia menariknya sampai kain tersebut terlepas dari tubuh si hantu medon. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, si Udin langsung lari sekuat tenaga menuju kedung, dengan diikuti si hantu medon yang mengejarnya. Dan Udin langsung menceburkan dirinya ke kedung yang sudah dia hafal letaknya itu. Byyuuuuurrrrr ........... Denga cepat Udin berenang ke tengah kedung dengan harapan jarak dari medon yang mengejarnya agak jauh, dan medon pastinya tidak berani menceburkan diri ke air.

Apa yang dipikirkan Udin memang tidak jauh dari kenyataan yang terjadi. Si Hantu Medon hanya berani mengejar dia sampi di atas tebing di sekitar kedung sungai tersebut, dengan sesekali menyemburkan api dari muludnya diarahkan ke Udin yang berada di tengah kedung. Kalau si hantu medon menyemburkan api, Udin pun langsung menyelam ke dalan air agar tidak mengenai tubuhnya. Hal seperti itu berulang dan terus berulang sampai waktu adzan subuh terdengar dari musholla. Setelah waktu subuh datang, si hantu medon pun menghilang dengan sendirinya.

Si udinpun tersenyum puas walaupun tubuhnya terasa kedinginan dan lelah mendera karena semalaman berenang di tengah kedung. Dia pun beranjak pulang kerumah.

Malam Malam Berikutnya

Sejak saat itu setiap malam di sekitar rumah si Udin diteror oleh berbagai penampakan hantu dan binatang siluman dan sejenisnya yang sering muncul dan menakuti keluarganya. Berbagai bunyi teriakan dari alam gaib terdengar sampai di dalam rumah. Semua keluarga Udin jadi kebingungan atas apa yang terjadi di sekeliling rumahnya. Bapaknya Udin mencurigai akan gerak gerik Udin yang terlihat sedikit aneh. Dan memaksanya untuk bercerita apa yang telah dia lakukan. Udin lalu menceritakan segala apa yang telah dilakukan beberapa malam sebelumnya. Bapaknya Udin pun memarahi Udin dan menyuruhnya untuk mengembalihan kain hantu medon yang telah direbutnya.

Akhirnya Udin mengembalikan kain Medon yang telah direbutnya dengan cara membuangnya keluar rumah saat hantu hantu itu datang menterornya. Sejak saat itu tidak ada lagi hantu yang menteror keluarganya. Kehidupan keluarga Udin jadi normal kembali seperti semula.

TAMAT

Buat yang membaca cerita hantu medon ini, Suka atau Tidak Suka, silahkan berkomentar di kolom komentar yang telah sisediakan. Terima Kasih

Sundul

Artikel Terkait



Comments
2 Comments

2 komentar:

Tujuh Dua said...

medeni mas.
salam kenal and followback ,di tunggu kunjungan baliknya

cak oni said...

untuk baca artikel ini siang-siang kang jadi gak terbawa suasana menakutkan