ABG SMA Minggat Jadi Kitir Pesta Miras

ABG SMA Minggat Dan Belajar Nglonte
Naudubillahimindzalik
Memang perlu berhati-hati dan memberi perhatian ekstra apabila mempunyai seorang anak cewek yang baru gede. Kita harus lebih memberi perhatian dan mengetahui siapa saja teman dan lingkungan pergaulannya. Dan yang lebih penting lagi memberikan pengetahuan agama yang baik sehingga anak mempunyai akhlak dan budi pekerti yang baik dan tidak mudah tergoda dan terjerumus ke jalan yang salah.

Di malam itu aku dan konco-konco sedang menikmati kopi di sebuah warung. Warung kopi yang memang sering dijadikan tempat pelarian bagi orang yang sedang kelaparan di malam hari. Karena terlalu asyik ngobrol dengan bapak pemilik warung, tidak terasa waktu sudah lewat tengah malam. Hanya rombongan kami yang masih tetap bertahan di warung tersebut untuk menikmati mantapnya kopi dan jajanan gorengan yang disajikan.

Tidak lama berselang ada dua orang berboncengan sepeda motor datang. Tetapi mereka ke warung tidak untuk ngopi atau memesan makanan. Mereka hanya menanyakan letak rumah Bapak Ketua RT setempat. Setelah pemilik warung menanyakan ada keperluan apa malam-malam begini mencari rumah Pak RT, salah satu dari mereka mengatakan bahwa dia mencari adik ceweknya yang masih mekolah di SMK sudah dua minggu tidak pulang. Info yang didapat, dia sering bersama dengan temannya yang bertempat tinggal di RT tersebut.

Setelah dua orang tersebut pergi, Bapak pemilik warung bercerita bahwa di RT tersebut memang ada seorang anak cewek yang sekolah di SMEA di kota yang lumayan nakal dan nglonte kecil-kecilan. Sebut saja namanya Ginawati. Dia termasuk anak yang kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Ibunya bertahun-tahun kerja di luar negeri dan ayahnya kerja di kota dan jarang pulang. Di rumah dia hanya tinggal dengan kakak lelakinya yang juga termasuk anak nakal.

Cerita Bapak pemilik warung lagi, Gina sering di bawa oleh cowok untuk dijadikan kitir saat ada pesta minuman keras, itu lo cewek yang mengedarkan minuman keras dalam kelompok pemabuk atau pesta miras. Setiap saat Gina bisa dihubungi untuk disuruh "Mbandari" minum arak, bir dan sebagainya. Bila waktu telah larut malam dan tempatnya jauh, malahan kakak lelakinya lah yang mengantarkan Gina ke tempat pesta miras tersebut. Ternyata kakak lelaki Gina juga termasuk orang bejat yang sengaja menjual adik perempuannya untuk para pemabuk yang mungkin saja sudah dikenalnya juga.

Walaupun Bapak pemilik warung tidak menceritakan, kami beranggapan bahwa Gina tidak hanya sebagai kitir saat mabuk-mabukan saja, tetapi pasti juga ada pelayanan plus-plusnya kepada para pelanggannya yang membutuhkan tubuhnya untuk melampiaskan nafsunya. Enak e ngomong si Gina pasti bisa dikeloni juga untuk dijadikan alat pemuas nafsu oleh orang yang sudah pada mabok tersebut.
Bisa jadi temannya yang sudah dua minggu minggat dari rumah tersebut oleh Gina dijadikan partner dalam melayani para pelanggannya. Kalau orang pesta mabuk kan tidak hanya dua dan tiga orang saja. Bisa juga jumlahnya mencapai puluhan. Jadi biar tidak terlalu capek, Gina mengajak temannya sekolah untuk menjadi partner kerjanya sebagai kitir dan plus-plusnya.

Inilah secuil cerita yang aku dapatkan saat nongkrong di warung kopi. Mohon maaf kalau tempat dan nama tidak aku sebutkan dengan jelas.

Dengan tulisan ini aku hanya berpesan kepada siapa saja yang mempunyai anak gadis yang sudah mulai beranjak dewasa untuk lebih berhati-hati dan waspada tentang pergaulannya sehari-hari. Berikan pendidikan agama yang baik untuk bekal dia menghadapi kehidupan yang semakin semrawut ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin
Sundul

Artikel Terkait



Comments
1 Comments

1 komentar:

mukhlis wibowo said...

Iku Arek E kon moro neng mahku wae mas, Tak openane