Klindihen Dipeluk Pocong Berwajah Hancur

Hallo Sobat Sundul.
Pada cerita horor atau cerita misteri atau cerita seram kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku sendiri saat klindihen. Sebelum aku tuliskan ceritanya, mari kita sedikit membahas tentang Klindihen tersebut.
Klindihen Dipeluk Pocong Berwajah Hancur
Ilustrasi Klindihem
Klindihen atau Lindihen  atau dalam bahasa bulenya Sleep Paralysis adalah suatu keadaan manusia yang setengah tidur setengah sadar. Sulit juga ya menerangkannya ... hehehe. Kalau diterangkan denga agak panjang dan rumit, Klindihen itu suatu keadaan dimana tiga unsur yang dimiliki manusia yaitu Hidup, Kemauan dan Rasa tidak tersambung dengan sempurna. Jadi apabila kita sedang klindihen keadaannya bisa dibilang seperti orang mati atau setengah mati. Bagaimana tidak, kita masih hidup dan punya kemauan tetapi tidak bisa mewujudkannya sebagai suatu tindakan. Jadi waktu klindihen kita dalam keadaan sadar dan punya keinginan untuk bergerak atau berbicara tetapi tidak bisa kita wujudkan. Aku kira keterangannya cukup itu saja dan mari kita langsung ke TKP untuk menyimak pengalamanku ini.

Klindihen : Dipeluk Pocong Berwajah Hancur

Malam itu aku tidur di kamarku di atas  (yang sekarang jadi tempat menyimpan jemuran). Sendirian (memang waktu itu aku belum punya anak dan istri).

Di tengah malam setelah bosan nonton televisi aku bersiap siap untuk tidur. Tetapi sudah sekian lama berbaring, mata ini tidak mau terpejam pula. Angin malam yang menerobos kamar lewat lubang lubang jendela menjadikan udara malam itu terasa semakin dingin dan mencekam. Kegelisahan semakin menghimpit perasaanku. Rasa kantuk seakan datang dengan tiba tiba dan mengunci seluruh tubuhku.

Mataku seperti terbelalak , di kamarku hadir dengan tiba tiba sosok hantu pocong yang berdiri di samping aku berbaring.
Ingin aku berteriak sekeras kerasnya, tetapi mulutku tidak mampu mengeluarkan suara apa apa. Ingin aku menggerakkan tibuhku, tetapi satu jaripun tidak bisa aku gerakkan. Lembaran lembaran doa yang tertulis di pikiranku aku lafalkan semuanya hanya untuk mengusir keberadaan pocong tersebut. Tetapi seakan akan tidak ada yang mempan. Pocong itu malah semakin mendekat dan terus mendekat ke arahku. Semakin keras aku berontak, semakin terasa ada beban yang bertambah berat menindih tubuhku. Aku sadar betul bahwa aku sedang KLINDIHEN. Apabila aku bisa menggerakkan sedikit saja anggota tubuhku, pasti semuanya ini akan berlalu. Tetapi setelah berulang kali aku mencobanya, tetap saja tidak berhasil. Pocong itu malah semakin dekat dan sengaja mendekatkan wajahnya di hadapan mukaku. Terlihat sangat jelas olehku, wajah pocong itu hancur berlumuran darah segar. malahan dia ikut berbaring di samping ku. Sungguh sangat menjijikan.

Di tengah keputus asaanku lalu aku terpaksa menyerah dengan keadaan itu, dengan berpedoman belum pernah ada cerita ada orang mati di makan hantu. Di tengah pemandangan yang menjijikan dari wajah pocong tersebut aku mencoba sekuat tenaga untuk menenangkan pikiranku dan mencoba menstabilkan detak jantungku.

Setelah pikiranku agak santai, aku bisa menggerakkan jari jari tanganku. Sontak aku mencoba menepis wajah pocong itu dari hadapanku. Pocong itupun melayang pergi dan aku terus mengejarnya. Terlihat dengan jelas sekali pocong itu keluar dengan menembus pintu kamarku. Dengan marah akupun mengejarnya sampai teras belakang tempat jemuran pakaian. Pocongpun menghilang entah kemana.

oo00@00oo

Tips bila sedang klindihen
Orang yang klindihen biasanya sadar betul kalau dia sedang dalam keadaan klindihen. jadi :
  • Redamlah rasa takut
  • Berusaha untuk tenang, santai, rilex
  • Ingat 1 hal : belum pernah ada ceritanya orang dimakan hantu.
NB : Sungguh waktu menuliskan cerita diatas, aku masih merasa merinding mengingat kejadian waktu itu.

Sundul

Artikel Terkait



Comments
4 Comments

4 komentar:

mohamad rivai said...

tipu tipu ah mas bro :p
masak pocong terbang :D

Slamet Sanyoto said...

Justru kalau ada cerita pocong yang berjalan kaki atau meloncat loncat seperti dalam cerita film itu sangat mengada ada. Sampai sekarang aku belum pernah mendengar langsung dari orang yang pernah ketemu pocong, bah wa pocong itu berjalan atau melompat lompat. Semuanya mengatakan kalau pocong itu terbang / tidak menyentuh tanah.

kabupatenmagetan.com said...

Wah ane juga pernah seperti itu! biasannya tidur di bawah talang, atau molo!

Buku Fenomena Remaja Jilid Dua said...

biasakan sebelum tidur, baca doa.