Beratnya Menggapai Cita Cita

Begitu beratnya untuk menggapai cita cita.
Bila anda melihat photo di samping ini, dramatis banget. Photo ini aku dapatkan dari akun google plus milik orang luar negeri sana. Berarti photo ini sudah menyebar ke segala penjuru dunia. Termasuk blog miliknya CNN pernah memuat photo ini. Begitu dramatis negara kita Indonesia tercinta ini. Membiarkan generasi penerus bangsa berada di ujung tanduk. 

Mungkin cita cita anak anak itu cukup sederhana, yaitu ingin tetap bersekolah. Walaupun setiap saat berteman dengan bahaya. Sungguh memprihatinkan banget negeri ini.

Apa sulitnya pemerintah kita membangun sebuah jembatan yang layak. Walaupun belum sebagus jembatan yang sudah lenyap tetapi setidaknya bisa dilewati oleh orang orang dengan aman. Aku yakin orang tua mereka juga membayar pajak. Tetapi kemana larinya uang pajak itu.

Birokrasi Indonesia memang sangat memuakkan. Untuk membangun satu jembatan saja menunggu tanda tangan yang waktunya bertahun tahun. Sungguh banyak yang bobrok wakil rakyat negeri ini. Untuk naik gaji saja bisa sangat lantang berteriak sampai terdengar ke segala penjuru. Tetapi untuk kebaikan generasi bangsa ..... banyak yang pada membisu seperti patung buto ijo. Matanya melotot, giginya meringis, tetapi tetap saja bisu.

Naik naik ke puncak gunung.
Yang duduk di atas gak mau turun
Lihat kira lihat kanan
Tutup mulud mata ... rakyat sengsara.

Artikel Terkait



Comments
10 Comments

10 komentar:

agriculture said...

sory sob dananya dah ku korupsi untuk jalan-jalan keluar negeri.:p

Tukang Copas said...

Itulah negara kita Endonesia,maupintar aja susah.

iydha said...

betul skali :)

Unknown said...

^_^.. hehe

Eka said...

itulah akibat dari pembangunan yg ga merata, sungguh ironis sekali, disisi lain pengen maju Kualitas pendidikan di Negara Kita, tpi disisi lain sarana dan prasarana kurang, pa lagi sekolahan ane yg di kampung hehehehe....(curhat mode on)

Desa Cilembu said...

dan yang tololnya pemerintahan setempat, dari dea, kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai ke pemerintahan republik Endonesia ini, ngga ada satupun yang bergerak dan bertindak segera...mau dirobohin...robohin sekalian, maudibangun...bangun segera...dasar pada tolol semuanya.

Rahma said...

miris...

cerita anak kost said...

wah jagnan heran sama birokrasi, ujung ujungnya duit. hahah.

peduli alamku said...

lagunya mantap tu gan, emang gitu lah, rakyat selalu di korbankan. padahal rakyat cuma keiginannya sederhana ya, ga banyak dan muluk muluk

Unknown said...

nice